DIDUGA GUDANG PENIMBUNAN BBM ILEGAL DAN OPLOSAN SKALA BESAR KERAP LIBATKAN TENGKI PERTAMINA DEPAN SEKOLAH EIBOS CANDIMAS NATAR BEBAS BEROPRASI

Frengky Wartawan
21 Feb 2026 00:02
Headline 0 22
2 menit membaca

 

Natar – Praktik mafia BBM Oplosan kerap libatkan Tengki PT Pertamina kembali mengemuka. Sebuah gudang misterius yang berada di pinggir jalan Lintas Sumatera ,Desa Candimas Dusun 3 Candimas Kecamatan Natar Lampung Selatan tepatnya di depan sekolah EIBOS diduga kuat menjadi lokasi pengoplosan BBM ilegal—menggabungkan ” minyak dari tangki resmi Elnusa Petrofin PT Pertamina dengan minyak mentah hasil ilegal drilling asal Sumatera Selatan yang bebas beroperasi tak tersentuh hukum .

“Dari hasil penelusuran,kuat dugaan gudang tersebut di bekingi sejumlah oknum TNI di kabarkan bos besar dibalik layar disebut – sebut oknum Polri berinisial ALX ,kerap beroprasi pada malam hari dan sejak lama di gunakan sebagai gudang penimbunan minyak mentah (Cong ) asal sekayu disinyalir melibatkan kendaraan tengki PT Pertamina .

Sumber yang tak ingin disebut identitas nya beberkan kepada wartawan ,Kerap sejumlah kendaraan tengki PT Pertamina kapasitas 16 Kl penyalur bbm ke sejumlah SPBU yang ada di daerah kabupaten dan kerap terlihat juga kendaraan kapasitas 5 KL muat BBM Pertamax khusus pertashop .

Modus operandi “Kendaraan Tengki PT Pertamina muatan skala besar 16 Kl dan Kendaraan Tengki Pertamina yang membuat BBM jenis Pertamax khusus penyalur Pertashop yang kerap terlihat keluar masuk lokasi gudang pada malam hari diduga melakukan barter BBM yang di peroleh dari dapot di tukar dan oplos BBM minyak cong sebelum di kirim kan ke SPBU atau pertashop lalu bbm murni seperti jenis Pertamax dan pertalite dijual kembali oleh pengepul usaha eceran bbm pertamini yang ada di wilayah Lampung dengan keuntungan besar .

Modus semacam ini, yang mencampur BBM Muatan Tengki PT Pertamina hendak dikirim ke sejumlah SPBU di Wilayah Lampung dengan minyak ilegal, merupakan praktik terstruktur, sistematis, dan masif. Gudang-gudang semacam ini diduga menjadi titik distribusi BBM oplosan skala besar yang ada di wilayah natar memanfaatkan celah pengawasan aparat dan bahkan disebut-sebut bernaung di bawah bekingan oknum tertentu.

Hingga berita ini diturunkan lokasi gudang tersebut masih bebas beroprasi hingga kini.(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x