Berbagai kalanganpun mempertanyakan peran pihak Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH ) untuk pengawasan dan laporan terkait aktivitas ilegal tersebut sekedar hal yang lumrah.
Dari penelusuran awak media dilapangan ditemukan beberapa persoalan terkait aktivitas gudang BBM ilegal dengan mobil Pertamina tangki merah putih keluar masuk lokasi diduga melakukan aktivitas ilegal. Hal tersebut dikatakan oleh Zainal warga Candimas yang rumahnya berdekatan dengan lokasi keluar masuk kendaraan tengki merah putih PT Pertamina penyalur BBM jenis Pertamax kapasitas 5000 Liter untuk pendistribusian Usaha Pertashop . Ucapnya kepada wartawan (9/2/2026)
Informasi yang dihimpun wartawan lokasi yang terletak di jalan lintas Sumatera Desa Candimas,Dusun 3 Candimas Kecamatan Natar Lampung Selatan tepatnya di depan Sekolah Emer Islamic Boarding School (EIBOS) Kerap diam – diam terlihat Keluar Masuk Tengki Merah Putih PT Pertamina tersebut memasuki lokasi pada malam hari sekitar Pukul 23.00 wib hingga 03.00 wib terkadang Sore dan siang hari namun memasuki lokasi tersebut kerap di jam – jam tertentu disaat jam sepinya aktifitas warga di waktu jadwal sholat, disinyalir terdapat lokasi aktifitas gudang BBM ilegal yang beroperasi.
“Sember lain yang diperoleh wartawan kerap terlihat adanya aktifitas mencurigakan adanya kendaraan tengki merah Putih PT .Pertamina membelok ke area lokasi dugaan gudang aktifitas BBM ilegal di dalamnya dikabarkan kendaraan tengki Melakukan oplosan atau menukar muatan BBM jenis Pertamax dengan minyak mentah Cong sebelum di kirim ke sebuah usaha Pertashop.
Tengki mobil Pertashop memuat Pertamax PT Merah Putih yang sering bener terlihat keluar masuk dari jalan itu kadang tengki besar juga ada masuk lokasi itu pada Malam hari dan terkadang di jam – jam sepi Aktifitas seperti di waktu sholat Zuhur .Ashar.kata warga saat diwawancarai.
“Biasanya mas saat sedang ada aktifitas atau ada kendaraan tengki yang masuk pasti ada pengawalan ketat mas di lokasi gudang itu biasanya mobil sejenis Inova kadang Avanza hitam dan silver selalu stembay memantau di depan lokasi di sekeliling gudang tersebut.
Warga menilai”dari sini jelas diduga minyak BBM jenis Pertamax yang sampai di beberapa Pertashop di Lampung diduga bukan minyak murni lagi dari Depot Pertamina ,dikarenakan terlihat masih bebasnya pelaku mafia bisnis BBM ilegal menjalankan praktik ataupun oplosan BBM oleh oknum supir tengki pengangkut BBM Milik PT Pertamina di Wilayah Lampung Selatan .
“Bahkan ada dugaan minyak yang sampai di SPBU dan Pertashop telah bercampur dengan minyak hasil pengeboran ilegal drilling yang sering disebut minyak bayat atau minyak masakan tradisional atau sumur minyak ilegal tentunya sangat merugikan masyarakat dan pemerintah.”kesalnya kepada wartawan.
“Saat di tanya pemilik lokasi dugaan gudang dikabarkan dugaan gudang aktifitas melibatkan oknum TNI inisial DW dan Pemiliknya Oknum dari Polri Inisial A diduga di balik Layar aktifitas gudang tersebut.
Hingga berita ini turunkan belum belum adanya konfirmasi terkait adanya keterlibatan dugaan tersebut.(Tim)
Tidak ada komentar