Pantauan wartawan siang tadi, nampak terang-terang antrian mobil paramafia. Mulai dari Mobil box L300, Truk hingga Mobil Fuso yang diduga sebagian besar kendaraan pelangsir BBM subsidi dengan modus gunakan Barcode siluman dan tengki standar , Pemandangan antrian itu menyayat hati masyarakat, apa lagi saat ini sejumlah SPBU krisis Solar. Dan hal itu bisa dilihat dari antrian panjang di sejumlah SPBU yang berada tak jauh dari SPBU way Lunik.
Dengan tidak tersentuh nya SPBU di way Lunik ini, maka masyarakat berpikiran ada apa dengan Tim Tipiter Polda Lampung untuk menindak aktifitas ini.
Padahal dengan maraknya, Pelangsiran ini kebutuhan BBM masyarakat kerap sekali putus, sehingga terjadi antrian dan kelengkaan.
Dan terkait dengan ini, undang-undang tentang migas juga tegas dan ancamannya hukumannya juga tidak rendah begitu juga denda hukumnya.
Terkait dengan hal ini, masyarakat banyak berharap APH atau Polda Lampung untuk serius memberantas perampokan BBM Subsidi secara sistematis ini.
” Kalau tidak ada pembiaran, tidak mungkin aktifitas Pelangsiran ini bisa berjalan sekian tahun. Miliaran kerugian negara perbelanjaan,” kata Anto saat tidak sabar ikut antrian dibelakang Mobil paramafia.(Red)
Tidak ada komentar