Bandar Lampung – Oprasi gabungan besar – besaran pengamanan dan penindakan terhadap sindikat mafia BBM yang melakukan aktivitas gudang BBM Ilegal di seluruh wilayah Lampung dinilai tidak menyasar kelokasi yang paling besar ,sehingga memunculkan anggapan adanya sikap pilih – pilih atau diskriminatif dalam penegakan hukum di Lampung.
“Pandangan publik dan masyarakat Lampung menegaskan , dalam oprasi yang berlangsung selama ini ,terlihat hanya menyisir sejumlah gudang – gudang Penimbunan BBM ilegal berskala kecil atau menengah yang hanya para pelaku – pekerja bawahan menjadi kambing hitam pelaku – pelaku bos mafia BBM itu sendiri yang berhasil diamankan .
Namun ironisnya ,gudang – gudang aktifitas BBM ilegal yang baru – baru ini terkenal masyarakat luas sebagai aktifitas yang terbilang besar meski belum memiliki ijin dengan bebas sudah beroprasi berbulan – bulan hingga kini justru terlihat aman – aman saja tidak tersentuh hukum ,hal ini menjadi banyak tanda tanya besar bagi masyarakat Lampung dan publik .
Kondisi ini memunculkan spekulasi ditengah masyarakat dan publik yang mempertanyakan ,apakah adanya kesepakatan tertentu,main mata ,atau bahkan MOU (Memorandum Of Understanding) terselubung, sehingga pihak oknum aktifitas bongkar muat BBM ilegal terbesar tersebut merasa aman .
“Aktifitas gudang Penimbunan dan bongkar muat distribusi BBM ilegal yang dimaksud diketahui berlokasi didalam wilayah KSOP Pelabuhan Panjang yang beralamatkan di Jl.Sumatra Komplek Pelabuhan,Panjang Utara , Kecamatan Panjang ,Kota Bandar Lampung diduga kuat adanya kerjasama pihak oknum KSOP lokasi aktifitas pendistribusian BBM ilegal tersebut disebut – sebut sebagai basis sindikat jaringan mafia BBM Ilegal internasional jalur laut terbesar yang ada di wilayah Lampung.
Dari informasi yang kami himpun menyebutkan adanya aktifitas pendistribusian BBM ilegal pengisian kapal tengker di wilayah Pelabuhan Panjang tidak jauh dari lokasi Pengisian Depot AKR kerap melibatkan banyak oknum tertentu diduga dari TNI AD menjaga aktifitas tersebut diduga milik pengusaha bernama Aripindo .
“Masyarakat sekitar beberkan bahwa minyak yang di peroleh dari BBM jenis solar olahan asal Sekayu dan oplosan BBM subsidi yang diduga di olah terlebih dahulu di salah satu gudang yang berada di wilayah tanjung bintang perbatasan Lampung Timur sebelum di distribusikan ke Salah satu Kapal Tengker yang sudah bersandar di perairan pantai Panjang Pelabuhan .BBM tersebut dikabarkan akan didistribusikan kembali ke Luar Negeri Wilayah Dumai .ucap warga yang meminta identitas disembunyikan.
Sumber lain menyebutkan dilokasi bongkar muat BBM ilegal kerap terlihat antrian kendaraan fuso berwarna hijau dan kuning orange jenis tengki bermuatan hingga 20 ton diduga memuat minyak BBM olahan di lokasi tak jauh dari lokasi Depot AKR pelabuhan panjang di jaga ketat sejumlah oknum TNI – AD di lokasi .
Hingga berita ini diturunkan belum adanya Konfirmasi pihak KSOP terkait adanya aktifitas bongkar muat BBM ilegal tersebut.(Tim)